7 Perusahaan yang Nyaris Bangkrut tapi Bangkit Lagi. Kalau Sudah Nyebur, Harus Jago Manuvernya!

Saat membuat sebuah usaha, tidak semua dapat langsung berjalan lancar dan sabung ayam online memperoleh beberapa keuntungan. Ada pula saat-saat saat usaha yang ditempuh harus menemui batu kerikil yang perlu disingkirkannya sampai tiba-tiba telah ada di tepi jurang kemunduran. Tidak boleh disangka yang merasakannya hanya mereka yang upayanya skala kecil saja, perusahaan besar sekelas Apple juga pernah ada di babak ini lo.

Ketidakberhasilan juga tidak cuman ditemui saat mengawali saja tetapi juga saat telah berjalan dalam periode saat yang lumayan lama. Tetapi tenang, selanjutnya mereka sukses bangun kembali dan justru upayanya jadi makin menjadi-jadi. Baca yok perusahaan apa yang alami ini dan bagaimana mereka menanganinya!

Sekarang ini kemungkinan kamu hampir selalu mendapati lego di keranjang mainan beberapa anak, tetapi rupanya pada awal tahun 2000an mainan ini hampir pailit lo. Beberapa mempersalahkan opsi taktik yang jelek yang dilaksanakan di tahun 1990. Namun, pada akhirnya mereka dapat bertahan sebab ada satu produk favorit yakni Bionicle, action figur yang buildable untuk melawan figur lawan fantasi.

Di tahun 1970-an, Polaroid jadi sebuah camera instant yang paling terkenal. Saat membuat produk untuk bikin video rupanya mereka kalah dari Sony yang lebih go-international. Polaroid pada akhirnya memusatkan diri di dunia photografi analog tetapi kembali kalah sebab dunia photografi mulai masuk di zaman digital. Pada akhirnya mereka harus terbelit hutang sampai pailit 2x. Namun, sesudah kebangkrutannya yang ke-2 , merk ini dibeli oleh Impossible Proyek dan sukses berjaya kembali.

Tahun 2004, Irwan Hidayat yang disebut seorang Presiden Direktur Perusahaan Sido Tampil. Sharus hadapi rintangan berbentuk kemunduran yang berada di depan mata. Perusahaan ini sempat mempunyai hutang yang capai Rp160 miliar dan lagi makin bertambah walau sebenarnya dana yang dipunyai cuman ada. SRp10 miliar. Tidak ingin terjerat terus menerus di masalah ini, pada akhirnya Irwan memperoleh gagasan cemerlang berbentuk penyeleksia. Sbintang iklan yang bernama sedang naik diantaranya saat itu ialah Mbah Marijan yang ada.